Mendengar atau Mendengarkan ???
Kemaren pas training di pabrik, ada cerita gini :
Si trainer minta tolong ke salah satu anggota timnya untuk ngecek master data yang ada di server, karena ada yang ga beres. Kontan si Sul (sebut aja gitu deh !), sang anggota tim, mengangkat jempol kanannya ke arah trainer sambil bilang, "Siipp…!" sambil mengutak atik computernya.
Ga lama si trainer nyoba lagi, tapi masi belom bisa juga. So….dia manggil si Sul lagi dan bilang kalo master datanya masih belum beres, jadi trainingnya mandek, krn nunggu master datanya diberesin. Respon si Sul sama dengan sebelumnya, segera dia mengangkat jempol kanannya ke arah trainer dan berkata, "Siippp…!" sambil terus mengutak atik computernya.
Ga lama kemudian si trainer nanya ke si Sul, "Pak Sul, sudah beres master datanya ?". Respon si Sul pun ga jauh beda dengan sebelumnya, sambil ngangkat jempol kanannya ke arah trainer, kali ini dia bilang, "Beresss, Pak !"
Setelah si trainer nyoba lagi, dia kontan manggil si Sul, "Loh Pak Sul, ini kok master datanya masih belom beres ???" (kali ini suara si trainer lebih keras dari sebelumnya).
Dan apa respon si Sul ?
Dengan tampang innocent dia mencungulkan kepalanya (bahasa apaan seh, "mencungulkan" ??? hehehe….) dari balik monitor computer dan berkata, "Loh, emang master data ada yang ga beres, Pak?"
Kontan si trainer jadi bingung, "Lah, gua dari tadi ngomong ama tembok kali ya ???"
Hehehe……..jadi inget pelawak Bolot yang suka muncul di tipi. Ngeselin, tapi ya lucu juga sehh….(kalo ngliat, bukan ngalamin !).
Jadi, critanya setelah "diinterograsi", si Sul ngaku kalo dia ga MENDENGARKAN permintaan si trainer (yang nota bene team leadernya), dia cuma MENDENGAR namanya dipanggil, dan dia kira si trainer sedang menanyakan perkembangan kerjaan yang lagi ditekuninya waktu itu. Ya… dia pikir cukup memberi respon dengan mengacungkan jempol plus bilang, "Siippp…!"
Dan yang konyol lagi, seluruh kejadian itu berlangsung live di hadapan semua peserta training yang jumlahnya kira-kira 40 orang ! Malu-maluin banget ga seh….??!? (^_^)
Kawan…………
Seberapa sering kita sibuk bekerja (pelayanan, ngurus anak, dll dsb dst) sambil MENDENGAR Tuhan berbicara ?
Seberapa sering kita ngasi respon yang ga nyambung sama yang Tuhan bicarakan ?
Seberapa sering kita menyediakan waktu, tenaga, pikiran "hanya" untuk MENDENGARKAN Tuhan ?
Seberapa sering kita komplain, "Kok Tuhan ga pernah bicara ke aku sih ?" ?
Seberapa sering kita akirnya mengakui, "Oalahhh……Tuhan tuh maksudnya begini toh, bukan begitu !" ?
Seberapa sering kita MENDENGAR suara Tuhan ?
Seberapa sering kita MENDENGARKAN suara Tuhan (& meresponinya dengan benar) ?
Shallom,
(c)YIK070705